ML Dengan Pacarku Saat Masih Di Bangku Sekolah

ML Dengan Pacarku Saat Masih Di Bangku Sekolah

ML Dengan Pacarku Saat Masih Di Bangku Sekolah

Cerita Dewasa Aku adalah seorang pelajar di salah satu seklolah Negeri di Medan yang sebentar lagi akan lulus dari sekolah menengah atas. Panggil saja aku Silvi, usiaku masih 17 tahun dengan postur badan yang cukup mungil dengan tinggi 155cm dan berat badan 47kg. Rambut panjang dengan bibir yang mungil dan ada lesung pipi disebelah pipi kiriku.

Orang tuaku selalu mengekangku karena dalam keluargaku hanya aku seorang anak perempuan. Kakak ku menikah muda di karena kan pergaulan bebas, jadi tidak heran orang tuaku agak ketat memperhatikan ku agar tidak ikut dalam pergaulan bebas.

Aku juga tidak di izinkan untuk berpacaran, namun di sekolah aku diam-diam menjalin hubungan dengan teman sekolahku yang bernama Steve. Ya namanya juga anak baru gede pasti ingin merasakan yang namanya cinta monyet.hehe.

Aku sudah berpacaran dengan Steve selama 2 tahun sejak aku masih kelas 1 SMA. Biasanya aku pacaran sama mantan paling lama hanya 2 sampai 3 bulan saja, namun dengan Steve aku dapat bertahan hingga 2 tahun. Mungkin karena aku menyukai sifat Steve yang lebih dewasa dari ku sehingga membuatku mampu bertahan hingga 2 tahun berpacaran dengannya.

Di sekolah kami sering makan bareng di kantin, pacaran di perpustakaan sekolah dan dia juga sering ngapelin aku di kelas. Dia juga sering berikan kejutan-kejutan kepadaku dan dia juga sangat romantis, indah deh pokoknya kisah asmaraku di sekolah.

Steve juga sangat mengerti jika kita hanya boleh pacaran secara backstreet karena orang tuaku tidak mengijinkan aku pacaran. Dia pun tidak pernah protes, malah dia semakin memahami ku. Dalam minggu-minggu terakhir ini gaya pacaranku mulai mengarah ke arah yang lebih romantis.

Berawal dari pegang tangan saja, kini Steve pun sudah berani memelukku. Lalu kami pun berciuman. Suatu hari saat jam pulang sekolah, hujan pun turun deras sehingga kami tidak dapat pulang kerumah. Akun dan Steve akhirnya mojok di sudut kelas yang pada saat itu sudah sepi.

Kami pun saling bercanda hingga tiba-tiba Steve memelukku dari belakang dengan tangannya memegang payudaraku. Aku sempat terkejut, namun karena cuaca yang dingin dan hanyatnya badan Steve membuatku nyaman dalam pelukkannya.

“awwww…geli nih bebb..”

“Kok geli? kan aku peluk kamu, bukan gelitikin kamu..” jawabnya.

“Tuh tangan beb nakal, pegangin apa tuhh coba..”

Kami pun kemudian duduk berdua sambil membahas sesuatu hingga ke arah yang lebih intim.

“beibb…emang pas tadi aku pegang payudaramu gimana rasanya?” tanya Steve.
“hmmmm gimana yaa..geli-geli nikmat gitu sihh..hehe” jawabku dengan penasaran.
“Jadi kepingin pegang lagi deh beb” ucap Steve sambil memohon.
“Coba deh lihat video di youtube tentang bagaimana pacaran yang asyik beb..” pinta ku.

Dia kemudian membuka youtube dan muncul lah gambar-gambar orang berciuman. Secara tidak langsung Steve mendekatkan wajahnya dan kemudian menciumku dengan lembut. Dia mempraktekkan apa yang sedang dia lihat di youtube. Semakin lama dia menciumku, semakin aku merasakan kenikmatan yang menggebu-gebu. Tangannya Steve kemudian menjalar ke bagian payudaraku dan meremas-remas dengan perlahan.

“aghhhhh…..enak bebb…”

Tak lama setelah itu, kami mendengar ada suara langkah kaki orang dan aku pun kemudia menghentikan apa yang kami lakuin.

“Bebb, besok lagi ya, besok kan lebih cepat pulang. Jadi kita bisa pacaran lebih lama.”

“Iya dehh beb, jani yaa awas kalo g”

“iya bebeb…” hehe

Karena hujan pun kebetulan sudah reda, aku pun segera pulang ke rumah. Di perjalanan tadi aku masih kebayang apa yang sudah kami lakukan tadi. Rasanya nikmat hinggan jantungku pun berdetak kencang. Malam pun tiba, Steve pun video call aku seperti biasa. Malam itu aku tiba-tiba ingin tampil sexy di depan Steve. Aku pun mengenakan daster sexy yang jarang ku pakai sebelumnya.

“woooww…tumben beb sexy sekali hari ini beb…”
“iya nih gerah amet beb, padahal habis ujan.”
“Cantik bebb..buka dong selimutnya beb.”
“ihh bebeb senang kali la lihat aku sexy gini..”
“Ya dong beb kan aku normal..hehe, warna pink ya beb, ukuran berapa beb?”
“ishhh beb kepo dehh, 36B beb..”
“wuihh gede dong beb, semangka dong beb”
“Ya iya dong…mantap deh pokoknya”

Sepertinya mulai ada tanda-tanda yang mengarah ke seks. Saat itu Steve juga sedang memakai boxer yang telihat tonjolan penisnya dari luar celana. Aku geli melihatnya, apa lagi Steve memiliki bulu di dadanya. ihhhh…bikin gimana gituu..

“Bebb.. jadi pengen nih beb..” ucap Steve.

“Pengen apa nih beb?” tanyaku.

“Pengen lihat nih payudara beb”ucapnya.

“malu ahhh bebb…”

“Wahh kok sama pacar masih malu-malu sih..katanya cinta, katanya sayang..gimana sih beb..”

Aku pun kemudian membuka semua pakaianku dengan Hp masih melakukan video call. Dengan gaya centil, aku pun membuka BH ku pelan-pelan hingga semua payudaraku terlihat jelas. Steve kelihatan bernasfu karena tangannya mulai meremas-remas penisnya.

“Lihat beb penisku..besar ga beb?” tanya Steve
“Besar banget beb…ihh lagi horny ya beb…” tanyaku balik.
“iya bebb, pengen deh beb pegang payudaramu trus ku isap-isap putingnya. Pasti nikmat deh beb. Kemudian kita bercumbu beb, kek di Cerita bokep gitu beb.” Ucap Steve.

“Yukk besok kita coba yukk beb..jadi penasaran gimana rasanya beb..” jawabku.
“Kebetulan beb, rumah ku kosong beb..” kata Steve.

Steve pun mengocok penisnya hingga di orgasme. Besok paginya aku pun bersiap jumpa dengan pacarku. Sesampai di sekolah aku menelepon Steve, dan ternyata dia tidak masuk sekolah dan sudah menungguku di rumahnya.

Jam 10 pun tiba dan saatnya aku untuk pulang menuju rumah pacarku. Rumahnya pun tidak jauh dari sekolah. Sesampainya aku di rumahnya, dia memintaku masuk ke kamarnya. Tiba di kamarnya, dia langsung memeluk ku dengan erat kemudian kami pun saling berciuman. Tangannya meraba payudaraku dengan lembut. Ciuman sambil berjalan menuju ranjang, aku pun terkapar di ranjangnya. Bibir Steve tak henti menciumku. Tangannya pun menjalar ke bawah dan membuka semua pakaianku.

“aggghhhhh….aghhhhhhhh…aggghhhhhhh…..enakk bebb”

Tanpa basa basi dia pun kemudian mengemut putingku dengan 1 tangannya meremas payudaraku yang lain.

“owhhhh…akkkhhhhh…ooohhhhh….” desahku kenikmatan

Steve sudah keburu bernafsu sekali. Putingku kemudian di pelintir-pelintir hingga aku terangsang hingga tak berdaya.

“aaahhhhhh…ahhhhhh…ahhhhhh…bebb nikmat bebb”

Dia menikmati payudaraku sambil tangannya mengelus-elus memek ku yang sudah sangat basah karena sudah sangat bernafsu. Dia raba vaginaku dari atas hingga ke bawah. Dia buka lipatan demi lipatan vaginaku, dia jelajahi bagian demi bagian.

Dia buka lebar kakiku mengangkakang lebar. Dia membelai dan membuka memekku kemudian dia menjilati selangkanganku lalu memekku juga di jilat-jilat dari luar hingga ke dalam.

“aaaaaahhhhh…agghhhhh…..” aku tak kuasa menahan nikmatnya jilatan Steve.

Memekku meleleh mengeluarkan banyak cairan saat itu. Kemudian dia menyodorkan penisnya di depan memekku. Di gesek-gesekkan penisnya ke vaginaku membuat aku semakin tidak tahan dengan gesekkan itu. Cairan yang keluar dari vaginaku pun semakin deras hingga akhirnya aku pun mencapai klimaks.

Steve pun mencoba memasukkan penisnya kedalam memekku, tapi susah sekali menembus nya dan butuh perjuangan. Namun secara perlahan akhirnya dia berhasil memasukkan penisnya kedalam memekku.

“sssleebbb…ssleebbbb…..ahhhhhh sakit bebbb”

“Tahan sebentar ya beb”

Aku menjerit kesakitan dan dia pun mencoba mengalihkan dengan meremas payudaraku. Perlahan-lahan dia mencoba memompa keluar masuk penisnya.

“Ohhhhhh…ahhhhhh…oooooohhhhh..aaahhhh…”

Dia mulai beraksi semakin cepat mengenjot memekku. Penisnya yang besar menembus masuk kedalam memekku dan tanpa hendi dia menggenjotnya. Penisnya dia goyangkan sedikit dan aku merintih dengan keras.

“aaakhhhh….aakhhhhh….lagi bebb..enak bebbb…” ucapku.

Wajah Steve sudah ganas sekali dan tampaknya dia sudah sangat bernafsu sekali. Tak lama kemudian Steve mencabut penisnya dan menumpahkan sperma di payudaraku.

Crottt….crottt…crottt….

Spermanya membasahi tubuhku, rasanya saat itu aku lemas tak berdaya. Saat itu Steve masih di atasku sambil menciumku. Dia bilang terima kasih karena telah memberikan perawanku untuknya. Penisnya dan vaginaku sama sama di lumuri darah perawanku di campur air mani kami. Saat itu pun kami hanya melakukannya sekali karena vaginaku masih terasa perih. Namun hari hari selanjutnya kami jadi ketagihan ML dimana pun asal aman buat melakukan ML.

Author: admin

Copyright © 2018 Majalah Seks - Cerita Bokepseks, Cerita Dewasa, Cerita Panas 2018 | Design by ThemesDNA.com
top